Oleh : Namruddin DF
Bismillahirrohmanirrohim.
Saya sebenarnya tidak hobi menulis karena sebenarnya saya bukanlah seorang pengamat apalagi jurnalis. Belakangan ini menjadi sering menulis karena kegundahan hati saya melihat perjalanan perjuangan pasca Aksi Bela Islam 212. Aksi massa yang sangat fenomenal, terbesar sepanjang sejarah manusia. Seperti sama2 kita fahami bahwa keberadaan kita di medan perjuangan ini berangkat dari niat yg tulus ikhlas untuk menegakkan keadilan & melawan kezoliman.
Alhamdulillah kita berhasil mengemban tiga amanah dari ulama :
1. Menang di MEDSOS.
2. Menang di PILKADA
3. Menang di PENGADILAN.
Semuanya berhasil kita menangkan. Di media sosial yg tadinya kita menjadi bulan bulanan pihak lawan, kita di bully habis2an. Karena yg kita lawan adalah mesin & uang. Tapi setelah Aksi 212 hampir seluruh ummat Islam secara spontan menjadi mesin hidup di medsos. Kita berhasil membalikan keadaan. Skor 1 : 0 untuk ummat Islam.
Di PILKADA DKI Jakarta 2017 yang hampir semua pengamat politik & hampir seluruh hasil survey menjagokan Ahok akan menang mudah melawan Gubernur Muslim juga berhasil kita menangkan. Tidak tanggung2 Gubernur Muslim menang sangat telak dengan selisih suara mendekati 17 %. Pertama dalam sejarah pilkada DKI kemenangan mencapai hampir 17 %. Enam wilayah di sapuh bersih oleh Gubernur Muslim. Bahkan basis massa tradisional merekapun ( Jakarta barat & Jakarta utara) berhasil kita rebut. Kemenangan fantastis. Skor 2 : 0 untuk ummat Islam.
Dan endingnya Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok berhasil kita jebloskan ke dalam penjara. Kita berhasil melawan drama peradilan yg sudah di seting oleh penguasa. Kita sempat pesimis tatkala pihak kejaksaan "salah kirim orang". Yang di kirim pihak kejaksaan bukan jaksa yang kredibel, bukan seorang jaksa yang mampu bekerja secara profesional & proporsional. Tapi yang di kirim adalah jaksa yang menjadi pembela terdakwa bukan sebagi JPU. Tapi waktu itu kita yakin keadilan akan ada di pengadilan. Kita yakin bahwa Allohlah yang akan membolak balikan hati manusia termasuk hati sang hakim. Kekuatan kita waktu itu tinggal do'a & alhamdulillah Alloh mengabulkan do'a ummat Islam. Kita menang di pengadilan. Skor 3 : 0 untuk ummat Islam.
Mestinya dengan tiga kali kemenangan yg luar biasa itu kita harus bersyukur kepada Alloh. Karena kemenangan ummat Islam adalah rahmat Alloh SWT. Bukan semata perjuangan kita. Rasa syukur itu mesti di wujudkan dalam bentuk ukhuwah Islamiyah yang semakin solid & tali silaturrohim yang semakin kuat.
Namun harapan saya & juga harapan seluruh ummat Islam jauh panggang daripada api. Belakang ini justru yang terjadi malah sebaliknya. Saling mengklaim paling berjasa, paling bisa & paling benar. Sementara GNPF-MUI kehilangan taring seharusnya kita menutupi kekurangannya bukan justru memperburuk citranya di media. Karena biar bagaimanapun juga GNPF-MUI saat ini adalah PAYUNG BESAR PERJUANGAN UMMAT ISLAM. Walaupun GNPF-MUI bersifat ad hoc tapi kita harus realistis bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan para ulama untuk menggantikannya. Jadi kita harus tetap menghormatinya sebagai lembaga. Dengan kata lain sebelum ada kesepakatan ulama & tentunya restu dari HRS jangan ada lembaga manapun yang mengklaim sebagai pengganti peran & fungsi GNPF-MUI. Ingat sampai saat ini HRS masih sebagai penasehat di GNPF-MUI. Artinya Keberadaan GNPF-MUI sebagai wadah perjuangan masih eksis & bahkan masih di perlukan oleh ummat. Walaupun kita juga harus rasional bahwa GNPF-MUI harus banyak melakukan evaluasi baik secara personal maupun struktural. Sehingga mampu tampil lebih propesional & lebih bernyali.
Untuk itu marilah sama2 kita muhasabah 'ala nafsih (mengkoreksi diri) apakah kita masih istiqomah secara ikhlas berjuang di jalan Alloh. Atau "LIL" kita sudah agak berubah menjadi LILpopularitas, LILkedudukan atau LILlainnys bukan lagi LILLAHI TA'ALA?
Apakah kita masih berada dalam satu barisan? Atau kita membuat barisan sendiri? Lalu di mana fungsi ayat Alloh bahwa barisan perjuangan yang Alloh cintai itu "KAANNAHUM BUNYANUN MARSUS (SEPERTI BANGUNAN YANG TERSUSUN KOKOH)" ?
Terakhir marilah sama2 kita kembali luruskan niat kita dan marilah sama2 kita rapatkan barisan. Hentikan tulisan2 yang saling serang & hentikan ucapa2 yang akan membuat ummat bingung & terpecah-pecah.
Insya Alloh dengan niat ikhlas Lillahi Ta'ala & sempurnanya barisan perjuangan kita. Alloh SWT akan selalu memberikan kemenangan kepada ummat Islam.
AMIN
Jakarta, 7 Juli 2017


