Recents in Beach

Elektabilitas Ahok Tinggal 11 Persen, Bakal Tersingkir Di Putaran Pertama

Elektabilitas Ahok Tinggal 11 Persen, Bakal Tersingkir di Putaran Pertama
Jakarta (SI Online) – Elektabilitas Ahok-Djarot anjlok dan menempati posisi buncit pasca Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) melansir, setelah Ahok menjadi tersangka, dukungan untuk Ahok hanya di angka 10, 6 persen.
“Ada 40 persen dari 24, 6 persen pendukung bertahan mendukung Ahok-Djarot (10,6% dari 24,6%). Tetapi jumlah yang lebih besar 60% pendukung lama meninggalkan Ahok (14% dari 24,6%),” ungkap Denny melalui laman resmi LSI, seperti dikutip SI Online, Jumat (18/11).
Berkebalikan dengan Ahok-Djarot, elektabilitas pasangan lainnya yaitu Anies-Sandi dan Agus-Sylvi justru naik. Kedua pasangan ini mendapatkan limpahan suara dari dukungan yang meninggalkan Ahok-Djarot.
“Elektabilitas Anies-Sandi sebesar 20, 00% (sebelum Ahok Tersangka) menjadi 31, 90% (jika pertanyaan terbuka) dan 31, 10% (jika pertanyaan tertutup jika Ahok tersangka),” ungkap Denny.
Sementara untuk elektabilitas Agus-Sylvi sebesar 20, 9% (sebelum Ahok tersangka) menjadi 30, 9% (jika pertanyaan terbuka) dan 32, 30% (jika pertanyaan tertutup jika Ahok tersangka).
“Dengan keadaan seperti ini, Ahok-Djarot berpotensi tersingkir bahkan di pemilihan putaran pertama. Ahok-Djarot di nomor buncit di antara dua pasangan lainnya, dengan selisih tertinggal sekitar 20 persen,” simpulnya.
Menurut Denny, survei dilakukan pada tanggal 31 Oktober- 5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4.8%. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan indepth interview).
red: shodiq ramadhan

Sumber Berita :