Bismillahirrohmanurrohim.
Assalamualaikum wr wb.
Menyikapi opini yg berkembang pasca bertemunya GNPF dgn Jokowi kita harus menyikapinya dgn baik, bajik & bijak. Klo tidak demikian kita hanya akan mengedepankan ego & napsu saja. Yg harus kita fahami bahwa pergerakan kita modalnya adalah taat kpd ulama. Karena kita yakin bahkan haqqul yakin bahwa setiap keputusan yg di ambil oleh para "ulama kita" adalah "hasil komunikasi dgn Alloh SWT". Jadi apapun keputusan & arahan ulama insya Alloh adalah yg terbaik buat ummat.
Hal tersebut sdh terbukti pada Pilkada DKI 2017 yg kita menangkan. Banyak keputusan ulama yg di anggap blunder oleh para pengamat politik berubah menjadi senjata buat kemenangan Gubernur Muslim. Jadi saya yakin bahwa GNPF bertemu dgn Jokowi sdh mendapat restu & arahan dari HRS. Dan itu jg sdh di sampaikan oleh Ketua Umum FPI Ustadz Shobri Lubis. Untuk itu sy meminta kpd seluruh Mujahid jgn membuat pernyataan tanpa tabayyun yg pada akhirnya akan kontra produktif dgn langkah2 yg di ambil oleh ulama. Kita jgn merasa paling benar & paling hebat. Orang sekelas Amien Rais saja masih bilang kita harus mengikuti arahan Habib (HRS). Karena beliau sadar sekarang ini bukan eranya & bukan era mahasiswa tapi eranya ulama. Dengan kata lain saat ini bola politik ada di tangan ulama. Bukan di tangan politikus & mahasiswa.
Oleh karena itu dengan adanya penjelasan dari UBN selaku Ketua GNPF & Usatadz Shobri Lubis selaku Ketua Umum FPI sudah jelaslah bahwa pertemuan antara GNPF dengan Jokowi adalah sepengetahuan & restu dari HRS. Sekali lagi saya yakin pertemuan antara GNPF dengan Jokowi merupakan bagian dari strategi ulama untuk memenangkan perjuangan. Tentunya KEMENANGAN UNTUK UMMAT ISLAM & INDONESIA.
*Marilah kita jaga keikhlasan, istiqomah & persatuan kita.* Mudah2an dengan keikhlasan, istiqomah & persatuan kita Islam akan Ya'lu Wa La Yu'la 'Alaih (Islam akan Jaya Dan Tidak Ada yang menyamai Kejayaan Islam).
Amin.
wallahu a'lam bi showab
Oleh : Namruddin DF
(Ketua TIM PEMENANGAN GMJ)


